03

Mei

PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA BUNG KARNO

RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA BUNG KARNO SONGSONG HUMAN SOCIETY 5.O DI INDONESIA

Oleh: J. Subekti

Konsep Human Society (HC) 5.O pertama dokemukakan PM Jepang Shinzo Abe dalam pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia pada tanggal 23 Januari 2019 di Swis. ‘Human Society 5.O adalah sebuah masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah social melalui system yang mengintegrasikan ruang maya dengan ruang fisik’. Data menjadi lebih utama dari pada modal. Di jaman Human Society 5.O, kemajuan teknologi yang menonjol adalah ‘sejumlah besar informasi dari sensor di ruang fisik terakomodasi dan terakumulasi di ruang maya. Realita yang sudah mulai Nampak al.:

  • Drone (bisa dikirim benda, survey property, mengatasi bantuan di saat bencana)
  • Peralatan Rumah Tangga dengan kecerdasan buatan
  • Perawatan Medis berupa robot yang bias merawat/melayani pasien
  • Robot sebagai partner kerja sebagai pengganti peran para pekerja keras yang tidak terpengaruh kondisi cuaca apapun.
  • Manajemen Cerdas dengan cloud layanan belanja, transportasi lebih efisien
  • Kendaraan Otonom berjalan sendiri “matic aja merasa nyaman”

Pertanyaan besarnya: Apa kaitan HC 5.O dengan Pendidikan Karakter Bangsa berdasarkan ajaran Bung Karno?  (Salut MKU Untag Surabaya….tanpamu kota pahlawan membisu tentang Bulan Sukarno walau Kota dan walikotanya moncer…..)

Hadirin, Saudaraku sebangsa dan setanah air: jangan pernah lupakan sejarah.

  • Karakter Sukarno tampak jelas tersirat dan tersurat dalam pidato 1 Juni 1945 Lahirnya Pancasila dan hasil kerja Panitia 9 bentukan 38 Anggota BPUPKI yang sekaligus mengangkatnya sebagai Ketua Panitia 9.
  • Pribadi Sukarno, oleh Boyd R. Compton digambarkan sebagai seorang dari sege;intir kecil orator yang langka dan nyaris menyihir pendengarnya, yang sanggup membuat massa menangis, atau geram, ataupun melonjak girang dengan gerak tubuh dan suara riuh, Sukarno adalah simbol yang dengannya berjuta-juta rakyat Indonesia mengidentifikasi diri dengan konsep kenegaraan semenjak hari-hari pertama RI. Beliau merupakan ekspresi hidup dari persatuan Indonesia.

Sukarno menjadi penyulut kemerdekaan Asia-Afrika-Amerika Latin, bahkan sempat memukau dunia melalui pidato “To Build the World a New” di SU-PBB tanggal 30 September 1960.


*Disampaikan dalam  Sarasehan Kebangsaan Peringatan Bulan Pancasila dan Bulan Bung Karno, 25 Juni 2019

Tags berita