30

Apr

Unit MKU Untag Surabaya Bedah Krisis Demokrasi: Menuju Peradaban Anti Korupsi yang Berintegritas

Unit Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar Kuliah Umum bertajuk "Patriotisme Anti Korupsi dalam Menjawab Tantangan Demokrasi Indonesia" di Gedung R. Ing Soengkonjono, Kamis (30/04/2026). Acara ini menjadi panggung refleksi kritis atas tatanan demokrasi dan degradasi moral bangsa. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III, Dr. Sumiati, M.M., yang menyoroti ironi antara kekayaan alam dalam lagu "Indonesia Raya" dengan realita kesejahteraan rakyat yang tergerus korupsi, sekaligus menantang rasa patriotisme mahasiswa di tengah kondisi tersebut.

Narasumber pertama, Dr. Sri Setyadji, S.H., M.Hum., membedah korupsi melalui  sejarah transisi kepemimpinan nasional. Ia menekankan bahwa keadilan hukum berlandaskan Pancasila jauh lebih krusial dibanding sekadar kepastian hukum. Dr. Sri mengkritik keras disfungsi mekanisme check and balances akibat legislatif yang mandul. Di sisi lain, Chrisman Hadi, S.H., M.H. mendiagnosis korupsi sebagai "penyakit peradaban" akibat sikap hipokrit masyarakat. Baginya, pembenahan karakter dan keberanian untuk jujur adalah akar solusi untuk menyembuhkan bangsa dari krisis integritas.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai anatomi korupsi dalam sistem kenegaraan serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya integritas berbasis kebudayaan. Melalui edukasi politik yang substantif ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi garda terdepan dalam memutus rantai oligarki dan mempraktikkan nilai-nilai kejujuran sebagai perilaku nyata. Harapannya, forum ini menjadi pemantik lahirnya generasi patriotik yang kompeten untuk memperbaiki tata kelola lembaga negara demi mewujudkan masa depan Indonesia yang gemilang dan bermartabat.